IP ADDRESS Versi 4 - komputer jaringan - Publisher - SMK Negeri 2 Baleendah
Sunday, 2016-12-04, 10:14 PMWelcome Guest | RSS

 SMKN 2 Baleendah
   Official Website
SMKN2Baleendah menu
Section categories
My articles [4]
LINUX [3]
trouble shooting [5]
komputer jaringan [6]
komputer jaringan
website [2]
website
troubleshooting komputer [2]
troubleshooting
tips & trik [4]
tips & trik
macremedia flash [1]
macremedia flash
VIDEO TUTORIAL [4]
VIDEO TUTORIAL
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Publisher


Main » Articles » komputer jaringan

IP ADDRESS Versi 4

IP ADDRESS Versi 4

 

IP Address merupakan pengenal yang digunakan umtuk memberi alamat pada tiap-tiap komputer dalam jaringan. Format IP address adalah bilangan 32 bit yang tiap 8 bitnya dipisahkan oleh tanda titik. Adapun format IP Address dapat berupa bentuk ‘biner’ (xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx dengan x merupakan bilangan biner). Atau dengan bentuk empat bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik  bentuk ini dikenal dengan ‘dotted decimal’ (xxx.xxx.xxx.xxx adapun xxx merupakan nilai dari satu oktet/delapan bit).

           

Sebelumnya dikenal cara-cara pembagian IP Address, dimana IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi kedalam lima kelas yakni:

            

Kelas A

Format              : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh

Bit pertama       : 0

Panjang NetID     : 8  bit

Panjang HostID : 24 bit

Byte pertama     : 0-127

Jumlah  : 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan)

Range IP           : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx

Jumlah IP          : 16.777.214 IP Address pada setiap Kelas A

Dekripsi            : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

 

Kelas B

Format              : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh

Bit pertama       : 10

Panjang NetID      : 16 bit

Panjang HostID      : 16 bit

Byte pertama     : 128-191

Jumlah  : 16.384 Kelas B

Range IP           : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx

Jumlah IP          : 65.532 IP Address pada setiap Kelas B

Deskripsi           : Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang

 

 

Kelas C

Format              : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh

Bit pertama       : 110

Panjang NetID   : 24 bit

Panjang HostID : 8 bit

Byte pertama     : 192-223

Jumlah  : 2.097.152 Kelas C

Range IP           : 1.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx

Jumlah IP          : 254 IP Address pada setiap Kelas C

Deskripsi           : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil

 

Kelas D

Format              : 1110mmmm.mmmmmmm. mmmmmmm. mmmmmmm

Bit pertama       : 1110

Bit multicast      : 28 bit

Byte inisial        : 224-247

Deskripsi           : Kelas D digunakan untuk keperluan IP multicasting (RFC 1112)

 

Kelas E

Format              : 1111rrrr.rrrrrrrr. rrrrrrrr. rrrrrrrr

Bit pertama       : 1111

Bit cadangan     : 28 bit

Byte inisial        : 248-255

Deskripsi           : Kelas E dicadangkan untuk keperluan eksperimental.

Saat ini dikenal juga cara pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CIDR) (network/mask). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk  suatu jaringan secara lebih spesifik yakni: Network Prefix. Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda garis miring (Slash) “/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini dalam bit.

Misalnya, ketika menuliskan network kelas A dengan alokasi IP 12.xxx.xxx.xxx, network prefixnya dituliskan sebagai 12/8. Angka 8 menunjukan notasi CIDR yang merupakan jumlah bit yang digunakan oleh network prefix, yang berarti netmask-nya 255.0.0.0 dengan jumlah maksimum host pada jaringan sebanyak 16.777.214 node. Contoh lain untuk menunjukan suatu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan: 167.205/18. Angka 18 merupakan notasi CIDR, yang berarti netmask yang digunakan pada jaringan ini adalah 255.255.192.0 dengan jumlah maksimum host pada jaringan sebanyak 16.382 node.

1.    Pengalokasian IP address

IP Address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID. Network ID menunjukkan nomor network, sedangkan host ID mengidentifkasikan host dalam satu network. Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address se-efisien mungkin.

Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang hendak digunakan. Aturan tersebut adalah :

v      Network ID 127.0.0.1 tidak dapat digunakan karena ia secara default digunakan dalam keperluan ‘loop-back’. (‘Loop-Back’ adalah IP address yang digunakan komputer untuk menunjukan dirinya sendiri).

v      Host ID tidak boleh semua bitnya diset 1 (contoh klas A: 126.255.255.255), karena akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paket ini didengarkan oleh seluruh anggota network tersebut.

v      Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 (seluruh bit diset 0 seperti 0.0.0.0), Karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network adalah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjukan suatu host.

v      Host ID harus unik dalam suatu network (dalam satu network, tidak boleh ada dua host dengan host ID yang sama).  

Aturan lain yang menjadi panduan network engineering dalam menetapkan IP Address yang dipergunakan dalam jaringan lokal adalah sebagai berikut:

0.0.0.0/8           à 0.0.0.1   s.d.    0.255.255.254 Hosts/Net: 16.777.214

10.0.0.0/8          à 10.0.0.1  s.d.   10.255.255.254 Hosts/Net: 16.777.214

127.0.0.0/8        à 127.0.0.1 s.d.  127.255.255.254 Hosts/Net: 16.777.214

172.16.0.0/12 à 172.16.0.1 s.d.172.31.255.254   Hosts/Net: 1.048.574  (Private Internet)

192.0.2.0/24  à 192.0.2.1   s.d.  192.0.2.254           Hosts/Net: 254         

192.168.0.0/16à 192.168.0.1 s.d.192.168.255.254 Hosts/Net: 65.534     (Private Internet)

169.254.0.0/16à 169.254.0.1 s.d.169.254.255.254           Hosts/Net: 65.534

dan semua space dari klas D dan E dapat digunakan untuk IP Address local area network, karena IP ini tidak digunakan (di publish) di internet.

 

IP address, subnet mask, broadcast address merupakan dasar dari teknik routing di Internet. Untuk memahami ini semua kemampuan matematika khususnya matematika boolean, atau matematika binary akan sangat membantu memahami konsep routing Internet.

 

Mungkin pertanyaan seperti berikut pernah akan terlontar oleh anda:

v      Mengapa kita memilih IP address 192.168.1.5?

v      Mengapa subnet mask yang  digunakan 255.255.255.0?

v      Mengapa bukan angka lain?

v      Mengapa network address 172.16.0.0?

v      Mengapa broadcast address-nya 202.159.32.15?

v      Bagaimana menentukan semua alamat-alamat tersebut?  dan sebagainya.

Hal tersebut yang akan coba dijelaskan secara sederhana dalam uraian berikut, anda bisa juga mencobanya dengan komputer dirumah atau di rental. Alat bantu yang dibutuhkan cuma (calculator scientific).

 

Untuk memudahkan kehidupan anda, ada baiknya memanfaatkan teknologi secara maksimal (jangan sampai gaptec J), contohnya menggunakan fasilitas kalkulator yang ada di Windows98 atau Win2000 juga WinXP, dapat diakses melalui Start à Programs à Accessories à Calculator.

 

Kalkulator yang standar memang sulit digunakan untuk membantu kalkulasi biner, oleh karena itu pilih View à Scientific untuk memperoleh tampilan kalkulator scientific yang dapat digunakan untuk perhitungan biner, seperti gambar berikut.

Dengan cara memindahkan mode operasi ke bin, maka nilai yang ada akan berubah menjadi binary. Pada gambar contoh diperlihatkan nilai awal 15 desimal, dipindahkan menjadi 1111 binary.

 


Category: komputer jaringan | Added by: smkn2be (2009-08-11)
Views: 744 | Comments: 1 | Rating: 0.0/0 |
Total comments: 1
0   Spam
1 plauptWot   (2011-11-23 11:22 AM)
Terima kasih untuk blog yang menarik

Name *:
Email *:
Code *:
Login form
Search